Jumat, 11 Mei 2012

Mengagumi budaya Jawa, menelantarkan kaidah bahasa Indonesia

(iklan setengah halaman di harian Kompas 10 Mei 2012)
Menjelang pemilihan presiden 2014, makin banyak wajah Pak Aburizal terlihat. Di plakat, di poster, atau di iklan koran seperti ini. Iklan yang ini sayangnya memiliki beberapa hal yang mengganggu:
- kutipan "Sejak Lama Saya ..." tidak diakhiri dengan titik;
- kata "diberikan" ditulis "di berikan";
- kalimat "Berikutnya pelestari budaya ..." juga tidak diakhiri dengan titik, berbeda dengan kalimat sebelumnya.
Sayang memang, di Golkar banyak orang pintar, banyak pula biaya keluar untuk iklan, tapi sepertinya tidak ada yang memeriksa kaidah bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar